BBM

Daftar Terbaru Harga BBM SPBU Seluruh Indonesia Resmi

Daftar Terbaru Harga BBM SPBU Seluruh Indonesia Resmi
Daftar Terbaru Harga BBM SPBU Seluruh Indonesia Resmi

JAKARTA - Penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) resmi berlaku di seluruh SPBU Indonesia mulai 14 Januari 2026. 

Penurunan harga ini dilakukan oleh Pertamina, Shell Indonesia, BP-AKR, dan PT Vivo Energy Indonesia. Kebijakan ini menyasar produk BBM umum, sementara BBM bersubsidi tetap stabil. Langkah ini dipandang sebagai respons terhadap formula harga dasar yang diatur pemerintah, sekaligus menyesuaikan dinamika pasar energi nasional.

Harga Pertamina Turun di DKI Jakarta

Di DKI Jakarta, harga BBM Pertamina mengalami penurunan signifikan. Pertamax turun menjadi Rp 12.350 per liter dari sebelumnya Rp 12.750 per liter. Sementara Pertamax Turbo kini dibanderol Rp 13.400 per liter, sebelumnya Rp 13.750 per liter. Produk Pertamax Green 95 turun ke Rp 13.150 per liter dari Rp 13.500 per liter. Untuk Dexlite, harga menjadi Rp 13.500 per liter dari Rp 14.700 per liter.

Pertamina Dex juga mengalami penyesuaian, turun menjadi Rp 13.600 per liter dari Rp 15.000 per liter. Namun, harga BBM bersubsidi, seperti Solar Subsidi dan Pertalite (RON 90), tetap stabil masing-masing di Rp 6.800 per liter dan Rp 10.000 per liter. Penyesuaian ini mengacu pada Keputusan Menteri ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022 terkait formula harga dasar BBM.

Penurunan Harga di SPBU Swasta

Tidak hanya Pertamina, SPBU swasta seperti BP-AKR, Shell, dan Vivo Energy juga menurunkan harga produk BBM mereka. BP 92 kini dijual Rp 12.500 per liter, sedangkan BP Ultimate (RON 95) dibanderol Rp 13.190 per liter. Produk diesel BP Ultimate (CN 53) ditawarkan Rp 13.860 per liter.

Shell Indonesia menyesuaikan harga Super (RON 92) menjadi Rp 12.700 per liter, Shell V-Power (RON 95) Rp 13.190 per liter, dan Shell V-Power Diesel (CN 51) Rp 13.860 per liter. Shell V-Power Nitro+ (RON 98) dibanderol Rp 13.480 per liter. Vivo Energy menawarkan Revvo 92 seharga Rp 12.700 per liter dan Diesel Primus Rp 13.610 per liter.

Dasar Penyesuaian Harga BBM

Penurunan harga ini bukan langkah sepihak perusahaan, melainkan menyesuaikan formula harga dasar yang diatur pemerintah. Keputusan Menteri ESDM menjadi acuan utama untuk menghitung harga jual eceran jenis bensin dan solar yang disalurkan melalui SPBU. Penyesuaian harga bertujuan menjaga kestabilan pasar energi, sekaligus meminimalkan disparitas harga di berbagai daerah.

Selain itu, mekanisme ini memberikan kepastian bagi badan usaha penyedia BBM, agar penjualan dan distribusi bisa dilakukan secara konsisten sesuai regulasi. Implementasi formula harga dasar juga diharapkan mendorong transparansi harga di tingkat konsumen.

Dampak Penurunan Harga BBM Bagi Masyarakat

Dengan penyesuaian ini, masyarakat bisa menikmati harga BBM lebih ringan untuk produk umum, sementara BBM bersubsidi tetap terjangkau. Penurunan harga BBM Pertamax, Pertamax Turbo, dan Dexlite diharapkan meringankan biaya transportasi bagi konsumen dan sektor logistik.

Bagi pengendara kendaraan pribadi dan transportasi umum, penurunan harga ini memberi ruang untuk efisiensi biaya operasional. Sementara itu, harga BBM bersubsidi yang stabil tetap memastikan akses energi bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Proyeksi Tren Harga BBM Ke Depan

Penyesuaian harga BBM kali ini kemungkinan akan menjadi indikator tren harga energi di awal tahun 2026. Dengan mekanisme formula harga dasar yang teratur, fluktuasi harga akan lebih terkendali. Pasar juga menantikan apakah tren penurunan ini akan berlanjut seiring perubahan harga minyak global dan nilai tukar rupiah.

Sektor energi di Indonesia, termasuk distribusi BBM, tetap menghadapi dinamika harga global. Namun, kebijakan penyesuaian harga ini menunjukkan upaya pemerintah dan pelaku usaha menjaga keseimbangan antara harga yang adil bagi konsumen dan keberlangsungan industri energi nasional.

Daftar Lengkap Harga BBM 14 Januari 2026

Pertamina: Pertalite Rp 10.000, Solar Subsidi Rp 6.800, Pertamax Rp 12.350, Pertamax Green Rp 13.150, Pertamax Turbo Rp 13.400, Dexlite Rp 13.500, Pertamina Dex Rp 13.600.

BP-AKR: BP 92 Rp 12.500, BP Ultimate Rp 13.190, BP Ultimate Diesel Rp 13.860.

Shell: Shell Super Rp 12.700, Shell V-Power Rp 13.190, Shell V-Power Diesel Rp 13.860, Shell V-Power Nitro+ Rp 13.480.

Vivo Energy: Revvo 92 Rp 12.700, Diesel Primus Rp 13.610.

Penyesuaian harga BBM ini menandai awal tahun dengan kondisi pasar yang lebih stabil, memberi kepastian bagi konsumen dan pelaku industri. Dengan kebijakan ini, masyarakat diharapkan dapat merencanakan biaya transportasi lebih efektif, sementara perusahaan BBM tetap menjaga kelancaran distribusi di seluruh Indonesia

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index