Swasembada Gula Indonesia Didorong dengan Pemanfaatan Benih Tebu Unggul Tahun Ini

Kamis, 12 Maret 2026 | 14:42:33 WIB
Swasembada Gula Indonesia Didorong dengan Pemanfaatan Benih Tebu Unggul Tahun Ini

JAKARTA - Pemerintah menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat produksi gula nasional. 

Kementerian Pertanian menargetkan penyaluran 5,9 miliar mata benih tebu pada 2026. “Kementerian Pertanian mempercepat upaya swasembada gula nasional melalui penguatan pengembangan tebu rakyat,” ujar Menteri Pertanian Amran Sulaiman.

Target dan Areal Pengembangan

Program ini mencakup pengembangan lahan tebu seluas 99.547 hektare di 10 provinsi dan 74 kabupaten. Penyaluran benih dilakukan secara bertahap dan menyeluruh agar seluruh pekebun memperoleh akses yang optimal. Langkah ini menjadi bagian dari strategi untuk meningkatkan produktivitas perkebunan tebu rakyat dan memastikan pasokan gula nasional.

Amran menegaskan penguatan komoditas tebu merupakan prioritas utama pemerintah. Menurutnya, fokus pemerintah adalah membenahi produksi dari hulu hingga hilir. “Kami melakukan pembenahan dari hulu hingga hilir, mulai dari benih, pola tanam, sistem hilirisasi, hingga aspek pemasaran. Tujuannya sederhana, pekebun harus mendapatkan keuntungan,” jelasnya.

Peningkatan Produksi Nasional

Upaya ini diharapkan dapat mendorong produksi gula nasional hingga sekitar 3 juta ton pada 2026. Optimalisasi lahan tebu dan penggunaan benih unggul menjadi kunci pencapaian target tersebut. Amran menilai, peningkatan produksi bukan sekadar angka, tetapi juga memperkuat kemandirian pangan Indonesia.

Program percepatan ini sudah dimulai sejak 2025. Tahun lalu, Direktorat Jenderal Perkebunan menyalurkan hampir 1,93 miliar mata benih tebu kepada petani. “Program ini dilaksanakan di 7 provinsi dan 56 kabupaten,” ujar Amran, menekankan capaian tahun sebelumnya sebagai fondasi bagi target selanjutnya.

Peran Benih Unggul

Plt Direktur Jenderal Perkebunan Abdul Roni Angkat menjelaskan bahwa benih unggul adalah fondasi utama produktivitas tebu. Pemerintah ingin memastikan setiap pekebun memiliki akses terhadap benih berkualitas tinggi. “Benih merupakan fondasi utama dalam budi daya tebu. Melalui program bantuan benih ini, pemerintah ingin memastikan pekebun memperoleh akses terhadap benih unggul sehingga produktivitas dan rendemen tebu dapat meningkat,” jelas Roni.

Koordinasi dengan pemerintah daerah dan penangkar benih menjadi langkah penting. Proses distribusi benih harus tepat waktu dan tepat sasaran. Hal ini memastikan pekebun tidak mengalami kendala dalam penanaman sehingga produksi gula dapat terus meningkat secara berkelanjutan.

Hilirisasi dan Kesejahteraan Pekebun

Selain memperkuat pasokan gula dalam negeri, program ini juga mendorong hilirisasi produk tebu. Produk hilir dapat menambah nilai jual hasil panen pekebun dan memperluas peluang pasar. “Dengan penguatan benih serta perluasan pengembangan tebu rakyat, pemerintah optimistis produksi gula nasional akan terus meningkat,” ujar Roni.

Langkah ini juga diharapkan meningkatkan kesejahteraan pekebun. Produktivitas yang lebih tinggi berarti pendapatan yang lebih baik dan stabilitas ekonomi bagi masyarakat petani. Selain itu, pengurangan ketergantungan pada impor gula menjadi salah satu manfaat strategis program ini.

Sinergi Pemerintah dan Petani

Keberhasilan program bergantung pada sinergi antara pemerintah, petani, dan pihak swasta. Kementerian terus memperkuat koordinasi agar distribusi benih dan dukungan teknis berjalan lancar. Langkah-langkah ini memastikan produksi gula tidak hanya meningkat tetapi juga berkualitas tinggi dan berkelanjutan.

Program penguatan tebu rakyat menjadi contoh bagaimana intervensi pemerintah dapat mendorong ketahanan pangan. Dengan dukungan benih unggul, pemeliharaan lahan yang tepat, dan sistem hilirisasi yang efektif, target swasembada gula nasional lebih realistis. “Kementerian optimistis dengan dukungan semua pihak, swasembada gula dapat tercapai dalam waktu dekat,” tutup Amran.

Terkini